Jangan Galau Part #2

Ini merupakan lanjutan dari pembahasan sebelumnya, http://pendekin.com/657139, mengenai pendefinisian bangun geometri.

Berikut adalah komentar yang saya terima di grup Facebook matemania.

Terima kasih pak atas ulasannya, kalau boleh, sy simpulkan bahwa bangun segiempat konveks terdiri atas 2 jenis bangun, yaitu layang-layang dan trapesium, sedangkan trapesium terdiri atas jenis-jenis trapesium itu sendiri (sama kaki, siku-siku, dan sembarang) dan parallelogram (Jajaran genjang). Dalam jajaran genjang itu sendiri ada juga belah ketupat dan persegi panjang. Persegi itu seperti yang pak Edy uraikan,bisa termasuk belah ketupat, jajar genjang, atau persegi panjang yang memiliki sifat khusus/tambahan yang khas. Mohon koreksinya dari pak Edy kalo saya salah, karena, saya mempunyai pengalaman siswa SMP salah konsep sejak SD, sy ingin murid SD saya tidak seperti itu…. dan alhamdulillah dg berbagai metode pembelajaran dan penekanan konsep, Matematika menempati urutan pertama di sekolah saya sebagai mata pelajaran yang paling diminati dan disukai anak-anak.

Pertama, berdasarkan “ada atau tidaknya” sisi-sisi yang sejajar, segiempat dibagi menjadi:

  1. segiempat yang tidak memiliki pasangan sisi-sisi yang sejajar, kita sebut saja segiempat “sebarang”,
  2. segiempat yang memiliki tepat satu atau satu dan hanya satu pasang sisi-sisi yang sejajar, disebut trapesium. Ada juga buku yang menyebut memiliki dua dan hanya dua sisi yang sejajar. Dalam hal ini termasuk: trapesium sebarang, siku-siku, dan sama kaki.
  3. segiempat yang memiliki dua pasang sisi-sisi yang sejajar atau sisi-sisi yang berhadapan sejajar, disebut jajar genjang.

Kedua, dari definisi jajar genjang, dapat dibedakan lagi berdasarkan besar sudut dan panjang sisi-nya.

  1. jajar genjang yang sama kaki (panjang sisinya sama) disebut belah ketupat (rhombus),
  2. jajar genjang yang sama sudut (besar sudutnya sama) disebut persegi panjang,
  3. jajar genjang yang sama kaki dan sama sudut disebut persegi.

Ketiga, bagaimana dengan layang-layang? Silahkan pikirkan “layang-layang” ada dimana?

Mudah-mudahan bisa dengan mudah dipahami, karena saya sudah menulis dengan bahasa yang “ringan”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s